TINJAUAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK INDONESIA

0
6

 

MPI-BREBES

Brebes,22/8/2022.
Kepedulian pemerintah terhadap peran dan produktifitas perempuan menjadi sorotan penting untuk segera di tindak lanjuti dalam bentuk peraturan perundang – undangan.

Langkah tersebut mendapat sambutan dari positif dari anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPRD,red)Provinsi dan dinas terkait.

Dr.H.Umar Utoyo,
Ketua DPC Gerindra menyoroti keadilan dan kesetaraan gender dalam kontek pembangunan skala nasional.
” Tokoh perempuan,Kartini telah meletakan dasar kesetaraan untuk aktif
mentunaikan nilai perjuangannya” pesannya pada peserta pelatihan.
” Program ini,telah di canangkan oleh gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ” lanjutnya.

Partisipasi Perempuan tidak hanya sebagai konco wingking ( istri,red) tapi harus mampu menjadi figur perempuan yang memiliki peran penting di kancah politik atau menempati pos penting pengambil keputusan.

Sementara itu, H.Sarei Abdul Rosyid,anggota Dewan Propinsi dari PDI Perjuangan dalam paparannya,menekankan tentang banyak kasus pelecehan sexual di mana selalu di posisi korban.
” Pemerintah mengetok palu Undang – Undang Perlindungan Perempuan dan Anak,sehingga hak perlindungan hukumnya jelas dan berkekuatan hukum ” urainya singkat padat dengan penuh canda mengurai kebekuan peserta pelatihan.

Acara tersebut merupakan rangkaian sosialisasi Undang-Undang yang baru di ketok dari gedung wakil rakyat di Senayan.

Ahmad Dasuki,Kepala Desa Slatri yang berkesempatan menyambut baik gelaran pelatihan tersebut.
” Kami sampaikan rasa terima kasih, atas kepercayaan tempat ” tukasnya seraya minta maaf atas kekurangan dalam menjamu para tamu.

Ikut serta pendampingan pelatihan,Drs.Sridewi Indrajati,M.M Kabid KH dan Perlindungan Perempuan provinsi Jateng.
Sementara Eni Lustiana,S.Ip unsur dari Pemda Brebes yang menjabat Kabid Pemberdayaan PA DP3KB Kabupaten Brebes.

Dari Partai Golkar menugaskan H.Masfui Masduki M.M dan Marhaenis Manto,Politikus PDI Perjuangan berada di tengah- tengah peserta.

Sekalian Narsum pada intinya berharap besar peserta pelatihan Peningkatan Produktifitas Ekonomi Perempuan, dapat menyerap materi dan secara eksplisit menjadi tutor dan pelopor masyarakat,

Peserta meminta, khususnya pada dinas yang memiliki kewenangan untuk bisa mendampingi secara konsisten sehingga di satu tahun ke depan banyak masyarakat yang menjadi binaan dan program ini berkelanjutan.
” Kami tidak hanya berargumentasi di ruang pelatihan, tapi lebih nyatanya dalam praktek di lapangan ” ujar salah satu peserta.

Harapan tersebut,memang tertuju pada Kepala Dinas Bid.Pemerdsyaan Perempuan dan Anak Kabupaten Brebes.
” Kami sebagai ujung tombak jangan lantas menjadi ujung tombok ” Kelekar peserta yang lain yang dan di respon tepuk tangan peserta.

Apapun bagusnya sebuah skema jika tak ada bimbingan dan uang maka semua kegiatan mandeg dan dari kemandegan, program hanyalah sebuah slogan tanpa makna.

Acara di tutup dengan kesimpula bahwa di era di gital,Perempuan harus bisa mengambil peran sebagai pelaku usaha terlebih yang banyak tersebar Usaha mikro kecil Menengah ( UMKM ) termasuk binaan dari Dinas koperasi.

—- Ketrampilan harus beriring bareng dengan adanya niat dan kesiapan permodalan——

Jurnalis
MPI Brebes
Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here