GERAKAN CEPAT TANGGAP PENANGANAN ANAK YANG MENGALAMI MASALAH STUNTING

0
15

 

Brebes, 23-8-2022.
Stunting dalam rilis World Health Organization ( WHO ) sebagai Organisasi Kesehatan Dunia begitu sangat peduli terhadap persoalan ini.Pemerintah Indonesia tak ketinggalan mengapresiasi dan peduli persoalan yang sepertinya tidak nampak tapi kenyataannya cukup banyak kasus anak balita yang terkena Stunting.

Menurut ahli Stunting suatu gangguan terhadap pertumbuhan pada anak,biasanya di tengarai dengan tidakbtumbuh berkembang seperti usia anak umumnya ( Kerdil )yang tidak mengalami masalah ini, tentara yang lain bisa di akibatkan kurang gizi terlebih dalam waktu yang panjang,sianak tubuh dengan tubuh kurus dan tubuhnya tidak normal.

Gerakan cepat tanggap Stunting, harus terus dilakukan secara intens ( rutin,red ),meski si ibu dari anak kadang enggan memeriksakan anaknya padahal dengan berbagai alasan,maka perlu ada penggerak yang mampu mendorong masyarakat sadar atas anak yang bermasalah ( Stunting ).

Polindes dengan bidan desa ( bides,red) juga bersama Pemerintah Desa,Kader desa,Institusi lain guna meningkatkan gerakan Cepat Tanggap Stunting.
” Program ini, merupakan implementasi persoalan di masyarakat yang harus di lakukan secara berkelanjutan” Ujar Lutfi Latifah,AMD.,Keb sosok bidan yang sangat aktif dan cerewet dalam mengingatkan Ibu- ibu mengenai hal- hal yang berkait dengan kesehatan anak terutama pada Ibu- ibu muda yang memiliki anak balita.
” Tugas kita,pelayan kesehatan masyarakat,untuk itu harus mengingatkannya ” tukasnya di sela- sela tugasnya di Polindes Desa Kemukten
Kersana – Brebes.

Kegiatan monitoring balita Stunting di laksanakan pukul 09.00 wib dengan melibatkan para kader kesehatan desa.

Danramil Kapt Arm.Jupriadi Koramil 06/Kersana menugaskan Bintara Pembina Desa
(Babinsa,red) Serda Sholekhudin yang juga terlibat aktif pendampingan dan monitoring desa tersebut.

Sekitar 15 anak balita yang mengalami Stunting,melalui orang tuanya mendapatkan makanan penyeimbang gizi agar si anak tumbuh secara normal antara lain Paket pendukung tambahan seperti makanan pokok bergizi seimbang,makanan sehat balita,1/2 Kg buah jeruk dan dua kaleng susu.
” Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai Babinsa,dan kebetulan oleh atasan di tempatkan di desa Kemukten ” jelasnya,lebih lanjut beliau katakan bahwa dirinya selalu siap menjalankan tugas sosial TNI.
” Selalu siaplah, ini kan tugas bersama kemasyarakatan ” sorongnya sambil candain ibu muda yang membawa anaknya di Poliklinik Desa (Polindes,red) dan terjadilah canda meriah.

Berpangkat Serda, Sholekhudin tetep bisa menjaga komunikasi yang dengan masyarakat sehingga keberadaannya selalu di tunggu.
” Bisa menghibur,Pak ” ujar seorang Ibu yang berada di lokasi pada Patriot.

Stunting, memang menjadi masalah serius, harus sangat di fahami oleh Ibu dari si anaknya yang mengalami gangguan kesehatan ini.

Kecukupan gizi anaklah yang menjadi akar masalahnya,hal ini pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten bersama kader desa melaksanakan gerakan cepat tanggap Stunting.

Pemahaman apa yang mengakibatkan terjadinya balita mengalami Stunting ada beberapa hal yang harus tahu yakni :
1.Ibu hamil
kekurangan Gizi.
2.Infeksi atau penyakit
menular.
3.Faktor lingkungan
4.Balita kurang gizi
5.Perlunya konsultasi
Kesehatan.
6.Pola mengasuhan si anak tidak memadai.

Semua itu perlu ketelatenan si ibu dan jangan malas berkonsultasi dengan bidan desanya.

Kembali ketelatenan seorang Ibu saat mengusuh dan memperhatikan kebutuha gizi si balita adalah hal penting.

—- Berikan hak balita sebesar – besarnya, barang kali kelak tumbuh besar dan remaja menjadi anak sehat ——

Jurnalis,
MPIBrebes

Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here