Somasi, Langkah Hukum Yang Tepat Jika Terjadi Wanprestasi

0
17

 

Patriot Indonesia.id
Tidak terlaksananya perjanjian dengan baik atau wanprestasi dapat menyebabkan sengketa, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Maka, somasi merupakan langkah tepat dan cerdas bagi seseorang dan atau lembaga yang mengalami wanprestasi suatu perjanjian dengan pihak lain.

Apa Itu Somasi ?

Dikutif dari wikipedia.org, Somasi merupakan terjemahan dari ingebrekestellin, yakni sebuah peringatan terhadap pihak calon tergugat pada proses hukum. Dalam yurisprudensi, istilah somasi sering digunakan untuk menyebut suatu perintah atau teguran.

Tujuan dari pemberian somasi ini adalah pemberian kesempatan kepada pihak calon tergugat untuk berbuat sesuatu atau menghentikan suatu perbuatan sebagaimana tuntutan pihak penggugat. Cara ini efektif untuk menyelesaikan sengketa sebelum perkara diajukan ke pengadilan.

Baca Juga: Jika Anda Sering Buang Air Kecil, minumlah ini saat perut kosong[AD]
Aturan mengenai somasi telah diatur dalam Pasal 1238 KUH Perdata yang berisi bahwa: “Si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yg ditentukan.”

Fungsi dan Manfaat Somasi

Aturan somasi dibuat dengan tujuan utama agar para pihak yang membuat suatu perikatan atau perjanjian dapat tetap berprestasi. Ini juga sebagai tanda bahwa terdapat pemberian kesempatan kepada pihak calon tergugat untuk mencari solusi dan menghentikan suatu perbuatan sebagaimana tuntutan pihak penggugat.

Somasi juga berfungsi untuk menyelesaikan suatu sengketa sebelum perkara secara resmi diajukan ke pengadilan.

Pihak Yang Berhak Melakukan Somasi
Pihak Yang Berhak Melakukan Somasi

Dalam aturan hukum acara perdata, somasi dapat dilakukan oleh siapa saja, sepanjang sang penggugat mempunyai kecakapan dalam melakukan perbuatan hukum terhadap calon tergugat yang lalai dalam melaksanakan kewajibannya.

Dalam Pasal 118 HIR disebutkan juga bahwa aturan somasi tidak diwajibkan untuk diwakili kepada kuasa hukum. Yang berarti dapat disimpulkan bahwa perwakilan di dalam somasi bukan merupakan suatu keharusan.

Poin Penting Dalam Penyampaian Somasi

Dalam pelaksanaanya, ada beberapa hal penting yang harus jelas di dalam sebuah pembuatan somasi agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan lebih maksimal, yaitu :

– Menyatakan Teguran atau Perintah

Somasi juga harus menyatakan teguran dan perintah untuk melaksanakan perjanjian atau meminta ganti rugi.

– Permintaan Harus Jelas

Beberapa hal yang diminta dalam somasi seperti membayar suatu kerugian dan menjalankan perjanjian secar tertulis dan jelas agar tidak merugikan pihak manapun.

Membuka Ruang Negosiasi

Pada dasarnya somasi memang dibuat untuk mengingatkan pihak yang lalai menunaikan perjanjian dan melaksanakan kewajibanya.

– Latar Belakang Permasalahan

Menentukan permasalahan dalam somasi harus sesuai berdasarkan fakta yang terjadi.

Hak Penggugat Apabila Somasi Diabaikan

Dalam prakteknya apabila somasi telah dilakukan, dan pihak tergugat mengabaikan regulasi dan aturan hukum yang berlaku, maka pihak penggugat dapat menuntut beberapa hak haknya yaitu :

Pemenuhan perikatan
Pemenuhan perikatan dan ganti rugi
Ganti rugi
Prosedur Pembuatan Surat Somasi

Berikut adalah prosedur pembuatan surat somasi yang tepat :

Menuliskan kop surat lembaga (bila pakai instansi);
Menjelaskan dengan jelas identitas calon tergugat yang dituju (bisa perorangan atau instansi);
Menuliskan dengan tepat poin dan duduknya perkara yang dipermasalahkan dan juga hal yang dituntut;
Memberikan jarak waktu yang sesuai untuk diberikan kepada si calon tergugat untuk memenuhi prestasi;
Menentukan upaya hukum lanjutan yang akan ditempuh terhadap calon tergutat apabila tidak dapat memenuhi prestasi yang dituntut;
Menorehkan tanda tangan dan nama jelas

Contoh Surat Somasi

Bekasi, _________

No : _________
Lampiran : _________

Kepada Yth:
Saudara _________
Di Cikarang

Baca Juga: Ular boa serang Puma! Tapi lihat dulu kelanjutannya![AD]
Perihal : Surat Peringatan/ Somasi

Yang bertandatangan di bawah ini : _________ , berdasarkan surat kuasa tertanggal _________ (terlampir) bertindak untuk dan atas nama _________ selanjutnya disebut (“KLIEN”), bersama ini Kami sampaikan Surat Peringatan I kepada _________ sebagai TERGUGAT, sehubungan dengan peringatan agar Perjanjian _________ segera dipenuhi dengan keterangan yang sebenarnya.

Berdasarkan fakta- fakta sebagai berikut :

1. Bahwa _________ (tentang hubungan hukum)

2. Bahwa _________ (pelaksanaan hubungan hukum)

3. Bahwa _________ (pelanggaran yang dilakukan)

4. Bahwa berdasarkan hal-hal yang kami sampaikan di atas (meminta untuk melakukan sesuatu).

Bahwa apabila sampai waktu yang telah kami tentukan di atas _________ tidak melakukan _________ kami akan menempuh jalur hukum, melaporkan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara sebagai pelanggaran kode etik PNS dan mempublikasikannya lewat media.

Demikian Surat Peringatan/Somasi I ini kami sampaikan kepada Saudara, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
_________

Sumber Mitranews

Redaksi MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here