DAMPAK KENAIKAN BBM, ORGANDA SUMEDANG AMBIL SIKAP BEGINI

0
8

MPI-SUMEDANG

Pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar mulai 3 September 2022.

Sementara Transportasi merupakan tulang punggung perekonomian Nasional serta urat nadi perekonomian bangsa.

Menanggapi kenaikan harga BBM tersebut, Sekertaris DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sumedang, Yudi Gumelar bersama jajaran KKU se Kabupaten Sumedang mengambil inisiatif penyesuaian tarif pelbagai moda angkutan jalan kelas ekonomi sesuai tingkatan dengan berpedoman pada perbup tahun 2013. kemarin dengan kisaran kenaikan 25-30%.

“Kami meminta Pemda Sumedang bersama seluruh steakholder untuk pro aktiv baik dishub , komisi 4 DPRD Sumedang agar bisa duduk bersama Untuk segera menetapkan Regulasi pedoman penyesuaian tarif Angkutan di Kabupaten Sumedang dengan melihat potensi dan kondisi sekarang,” ujar Yudi Gumelar pada Awak media di Kantor DPC Organda Kabupaten Sumedang jalan 11 April Rancapurut Sumedang, Senin, 5/9/2022.

Yudi meminta seluruh jajaran KKU Organda Sumedang tetap menjaga kondusifitas wilayah masing-masing dalam melakukan penyesuaian tarif angkutan di pelbagai moda. Dia juga minta anggota Organda tertib menjaga kebutuhan pergerakan masyarakat, baik orang maupun logistik.

Menurut Yudi ada sekitar 1976 Kendaraan Angkutan Umum, 1425 Pengusaha Angkutan dan 2442 Pengemudi yang tersebar di 32 KKU se Kabupaten Sumedang yang membutuhkan perhatian dari Pemda Sumedang akibat dari dampak kenaikan harga BBM.

Salah satu Pengusaha Angkutan , H.Nono (60) asal Buahdua- Sumedang menuturkan bahwa beban yang ia tanggung bersama rekan sesama pengusaha menjadi semakin berat dengan kenaikan BBM seperti ini.

“Kita bisa beroperasi cuma setengahnya dan separuhnya lagi parkir tak bisa jalan karena ongkos sekali jalan tidak mampu terbayar istilahnya rugi bahkan buat bayar pajaknya pun acap kali merogok saku lebih dalam”. Ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here