CARI… “MAESTRO RAJAH RUMAH ” SIAPA PENERUSNYA.?

0
6

 

MPIBrebes,6/9-2022.

Masyarakat dadak
di gemparkan suatu peristiwa pagi Senin,5/9-2022,bertanya bahkan hampir tidak percaya atas peristiwa tersebut yang bikin heboh masyarakat Desa Kubangsari Kecamatan Ketanggungan, yakni pegiat seni ” RAJAH RUMAH ” yang sohor hingga ke jawabarat.

Kepiawiannya dalam memain musik tradisional ” KECAPI ” tiada banding mengiringi kidung – kidung babad tanah Jawi dengan langgam seni Pasundan yang mendayu penuh makna dan tuntunan, mengajak manusia untuk senantiasa bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa ( Allah SWT,red ) atas Rizki kehidupan.

Asma Allah dan Kidung Kinasih memberi gambaran suffi yang intinya ada di “Rasa ( hati,red) dalam menjalani kehidupan yang penuh godaan.

CARI….Sang Maestro, seperti beliau belum menemukannya bahkan untuk meneruskan profesional dalam seni “RAJAH RUMAH ” telah berpulang ke haribaanNya akibat terjatuh.

Halimah,saat di konfirmasi kejadian tersebut menerangkan, suaminya terpeleset jatuh saat berada di kamar kecil (toilet,red) untuk mandi.
” Ya..Bapung cari,terpeleset dan jatuh lalu tak sadarkan diri tapi tak berapa lama menghembuskan nafas terakhir ” terangnya pada pelayad ( Takziah,red) yang datang ke rumah duka ingin mengetahui
peristiwa kematian tersebut karena merasa kaget .

Perjalanan hidupnya penuh berliku,Bapung ( Mbah,red ) CARI bin Singa, demikian orang memanggilnya yang buta sejak lahir siapapun orang mengenalnya karena Ketua seni RAJAH RUMAH “Panghegar Manah” ( tentramnya hati ,red) .yg telah bepuluh tahun di gelutinya.

Entah siapa yang akan meneruskan seni tersebut, dari pantauan Patriot,sampai saat ini belum nampak yang melanjutkan memule (merawat,red) tradisi ruwat, mengingat tidak mempunyai keturunan dari pernikahan dengan
halimah.

” Info meninggalnya jam 09.00 wib ” Ujar Tarlan di rumah duka, Jenazah di kebumikan berkumpul dengan orang tuanya di pemakaman umum Desa Kubangsari “blok Hambulu.” Ratusan orang mengantar ke peraduan terakhir, CARI siapa lagi untuk meneruskan tradisi leluhur kawit babad Jasun ( Jawa sunda ) kecapi.
” Tentu saja merasa kehilangan dengan berpulangnya, tapi apa mau di kata atas ketentuan Allah ” sela Darmo, perangkat desa sebagai kepala dusun 1( satu ) yang turut mengatur prosesi pemakaman jenazah..

Seni Rajah Rumah, merupakan tradisi yang tidak hilang oleh jaman, beruntung Bapung Cari terus bertahan merawatnya hingga akhir hayatnya,
beberapa penghargaan dari pemerintah daerah telah di sandingkannya di tembok rumah duka..

— TERIMA KASIH BAPUNG CARI, Bersama Waktu dirimu telah mengukir prasasti keluhuran budaya tradisional di tengah hingar bingar alam globalisasi ”

Jurnalis
Mohammad Riyadi
Biro Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here