NGOBAR BERSAMA DANRAMIL06/KERSANA : TNI MANUNGGAL BERSAMA RAKYAT, IKATAN BATIN DAN KEKUATAN ADALAH “RUH ” KEBANGSAAN.

0
16

MPI-BREBES

Brebes,7-9/2022.

Tak bisa di pungkiri, sejarah Republik ini telah menjelaskan bahwa Tentara Negara Indonesia ( TNI,red )mengakui yakni Rakyat
merupakan
Ibu Kandungnya.

Berangkat dari situ,wajib hukumnya melindungi setiap jengkal tanah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI,red) sepenuhnya.

Hari ini Rabu,7/9-2022 Patriot berkesempatan “Ngobrol Bareng” dengan beliau santai dan bermakna serta berisi menjelajah kembali nilai- nilai Patriotik Kebangsaan yang saat ini hampir tergerus secara kasat mata oleh prahara globalisasi liberalisme yang tidak bisa di hindari.

Candu liberalisme,bergerak pasti menggerogoti tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang sesungguhnya memiliki adiluhung ghirah Persatuan dan menjadi falsafah luhur terangkai dalam bingkai “PANCASILA”Sakti tertuang dalam butir Lima Sila.

Sosok Kapten Arm Jupriyadi yang terlahir di Banyuwangi Jawa Timur dari seorang bapak yang sederhana nelayan, mengawali dinasnya di kota Bogor,begitu Jayeng menerima Patriot di kantornya bersama anggota lainnya.
” Maaf..” mengawali sapanya menunjukan penuh ke akraban.
” Kami tidak bisa memberi yang istimewa dalam menjamu” lanjutnya dengan mengucapkan terima kasih atas sambangan Patriot.

Di kesempatan itu pula,biasa naluri seorang wartawan tidak akan membiarkan kesempatan ini untuk mengulik lebih dalam pemikiran strategis dan titah komando yang di intruksikan pada anggotanya.

Di singgung soal nutrisi Mental dan Karakter anak muda jaman yang menyebut dirinya kekinian ( Now,red).
” Saya melihat pergeseran sikap masyarakat terutama anak muda berada pada level cuek terhadap situasi dan kondisi kebangsaan” tuturnya pelan tapi tegas.
” Kita harus berani memulai memberi penguatan Mental dan Karakter,agar tidak terjebak dengan jargon kebebasan ” urainya.

Bapak tiga anak laki- laki dari pernikahannya, mengupas peran penting Bintara Pembina Desa ( Babinsa,red), yang menurutnya sangat vital berada di tengah masyarakat yang flural sehingga mampu menyelami aspek keberagaman karakter melalui pendekatan komunikasi,empati dan bakhti sosial serta pendampingan guna menciptakan keamanan dan kenyamanan berinteraksi antar sesama.
” Tugas Tentara, menciptakan sebuah sistem humanis sebagai fungsi sosial di samping kewilayahan teritorial ” sambungnya.

Di terangkan pula,
bahwa saat ini beliau, telah memulainya melakukan safari dialog menemui para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Kersana-Brebes untuk menjelaskan prinsip dasar keberadaan Babinsa di tiap desa.
” Sudah saya awali ke beberapa desa, menitipkan para Babinsa menjadi partnership Pemerintahan Desa ”

Menurutnya, bahwa sikap apatis Kepala Desa,karena belum mengerti Peran dan fungsi seorang Babinsa,mereka menganggapnya sekedar berkutat sebagai pengontrol situasi ke aman saja.
” Sekarang secara perlahan mereka sudah mengerti dan memahaminya” demikian urainya.

Kembali,di tanya soal genarasi muda terutama di kelas-kelas sekolah menengah yang akan mengalami transformasi jati diri, beliau katakan telah menyiapkan program dasar yaitu Pembentukan Mental dan karakter (Etika,red), memulainya membuat kesepakatan ( MoU,red);dengan pihak sekolah – sekolah untuk pelatihan dan bimbingan dasar
” Bela Negara ” terhadap siswa mulai dari kelas 9 ( SMP ) dan kelas 10 ( SMA / sedrajat ) sebagaimana yang di lansir Patriot beberapavwaktu lalu.
” Kegamangan mencari jati diri siswa, akan terjadi salah langkah, terlebih tak terkendalinya content laman media yang sudah ada di genggaman tangannya ( Hp ).
” Revolusi Akhlak dan Mental harus segera di lakukan, dalam hal
Kodim 0713/Brebes melalui Koramil 06/Kersana merasa bertanggung jawab akan generasi masa depan terhadap negara dan bangsa yang kita cintai ” Tegasnya.
” Sekarang…” paparnya lebih lanjut,
“Bahwa komunikasi siswa terhadap guru kurang di dasari tata etika juga terhadap orang tua yang menganggapnya manusia kuno ” ungkapnya dengan rasa keprihatinan yang dalam.
” Melihat kondisi seperti itu, kami sangat miris, bagaimana anak- anak kita nanti tidak memiliki tanggung jawab diri menghadapi era globalisasi yang sarat pertaruhan menjaga kekokohan dan kedaulatan bangsa dan negara jika tidak di persiapkan sejak dini ” selorohnya dengan wajah kekawatiran,
mengingat negara saat ini sesungguhnya tidak dalam keadaan baik- baik saja, karena kekuatan geopolitik asing yang semakin tajam.
” Dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata,tapi sekarang yang terjadi adalah pertempuran ideology dan ekonomi serta tekhnology ” terangnya berfalsafah.

Perjalanannya di kedinasan di Kodam dan beberapa tempat transitnya seperti Kalimantan,Sumatra dan Maluku..menjadi bekal pengujian jiwa dan Karakter untuk menumbuh kembangkan gagasan,Narasi dan ide briliannya di tunjang serangkaian pendidikan selama 18 tahun berturut- turut sampai tingkat Combat Intel telah di laluinya..secara sadar ruh keperwiraannya menjadi bara jiwa ksatria dalam tugas- tugas negara di pundaknya.

Untuk di wilayah Kabupaten Brebes,Tiga tempat telah di dudukinya,menjadi Danramil sebelumnya untuk Kecamatan Bumiayu ,Songgong dan sekarang Danramil koramil 06/ Kersana baru sekitar
4 bulan berjalan,
Sikapnya yang ramah merupakan modal utama guna menjalin sinergy positif antara atasan dan bawahan,begitu juga di Forkompinca serta Kepala desa se kecamatan Kersana.

Bravo Pak Danramil…!
–Jika marahnya saja di rindukan,apa lagi senyumnya 😊😊😊

Salam….!
NKRI HARGA MATI…!

Jurnalis,
Mohammad Riyadi
Ka Biro Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here