HARGAI PETANI…! NEGARA HARUS HADIR MENDAMPINGINYA

0
15

 

MPIBrebes,8-9-2022
Bertani merupakan nafas penduduk Indonesia secara mayoritas sebagai negara agraris, sangat perlu pemerintah senantiasa hadir bersama para petani guna meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan.

Ketersediaan Sarana Produksi ( Saprodi,red) menjadi kebutuhan mendasar,karena semua petani menggantungkan sepenuhnya pada pemerintah dan jika terabaikan berimbas pada stok pangan nasional yang akhirnya mengandalkan import dari negara lain untuk mencukupinya.

Demikian pesan,Hadiyansah,
Kepala Desa Kubang Jero wilayah Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, saat pengenalan Kartu Tani bertempat di aula Balai Desa.
” Sebenarnya, pemerintah pusat melalui gugus tugas Dinas Pertanian secara intens mendampingi petani dan memastikan kecukupan kebutuhannya ” Ujarnya menegaskan di hadapan peserta pemutahiran Kartu Tani.

Hadir pada kesempatan tersebut Sri Mulyani,sebagai Petugas Penyuluh Pendamping Lapangan dari Dinas Pertanian sekaligus penyampai materi pada 45 peserta yang hadir.
” Pemutahiran Kartu Tani berbasis digital di harapkan petani bisa lebih cepat mengakses kebutuhan dan informasi ” paparnya,lebih lanjut di sampaikan pula agar penerapan aplikasi digital bisa di tularkan pada petani lainnya.

Saeful Aif,Sekretaris Desa,merasa terbantu dengan program Kartu Tani di mutahirkan,yang menurutnya akan lebih mudah dalam mengakses secara cepat dan efesian.
” Kami di pemerintahan Desa, bisa membantu apa saja yang di butuhkan petani melalui Rencana Daftar Kebutuhan Kelompok (RDKK,red) dan tentu saja kendala pupuk dan obat pertanian tidak terjadi kendala lagi ” jelasnya.

Selain peserta,pemerintah desa juga mengundang dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM) serta para Rt/Rw.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dan di ikuti dengan antusias peserta.
” Positif Pak,tapi jangan berhenti di pertemuan saja, tapi berlanjut pada praktek di lapangannya ” harapnya salah satu peserta saat ada kesempatan untuk bertanya.

Pemberian Kartu Tani sebenarnya sudah di serahkan sejak dua tahun yang lalu, dan sebagian besar petani pada waktu itu banyak mengalami kendala dalam mencari pupuk dan kalopun ada harganya melambung tinggi dan harus muter- muter keliling ke desa lain.
Sekarang program tersebut tak terasa menginjak tahun ke tiga dan masih belum maksimal efektifitasnya.
” Kami minta pemerintah benar- benar konsisten terhadap program ini,tidak seperti tahun kemarin,di mana ketersediaan kebutuhan petani sangat merepotkan,karena sepertinya saat itu sebenarnya belum siap ” pinta,Urip sebagai ketua garda depan Lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM).

Di kesempatan lain,Casdik Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD ) sependapat dengan Ketua LPM,bahwasanya agar kedepan terlebih kesiapan musim penghujan masa tanam padi semua lini sudah siap.
” Dinas pertanian melalui petugas lapangannya,jauh-jauh sudah menyiapkan sarana produksi yang memadai ” tukasnya usai selesai acara pada patriot.

— Impor beras merupakan keniscayaan,di sebuah negara
agraris,siapa yang salah..?—-

Jurnalis
Mohammad Riyadi
Biro Brebes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here