DISINYALIR MENJUAL OBAT TERLARANG, TOKOH MASYARAKAT DAN WARGA KOMPAK MENYEGEL SEBUAH TOKO.

0
9

MPI-BREBES

Brebes,9-9-2022.

Keresahan tokoh dan warga memuncak, bahwa desanya di sinyalir ada praktek pengelabuhan penjualan obat terlarang dengan dalil penjualan parfum.

Berita tersebut sebenarnya sudah terdeteksi oleh warga cukup lama, hal itu di tandai seringnya ada kumpulan sekelompok pemuda yang nongkrong di area toko tersebut sampai larut malam.

Gelagat tersebut,membuat gerah salah satu tokoh masyarakat H.Abdul syukur akhirnya bada sholat jum’at bersama warga mendatanginya dan meminta tokonya di tutup.
” Sudah lama saya pantau gelagat yang tidak benar dan meresahkan kondisi
masyarakat” ujarnya di tengah aksi penutupan toko.

Modus operandi yang di praktekan menjual barang terlarang berupa pil semacam koplo untuk mengelabuinya dan mengecoh masyarakat dengan dalih berjualan parfum .

Lebih lanjut H.Abdul Syukur,memang merasa geram, karena hal tersebut akan merusak pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang melanjutkan perjuangan para pendiri Negara Republik Indonesia.
” Ini tidak bisa dibiarkan dan tidak bisa di terima perbuatan melanggar hukum,polisi segera bertindak ” sambungnya.

Pengerudugan terjadi di Desa Karang sembung Kecamatan Songom Kabupaten Brebes,saat pengrebegan,Eko Budy Santosa juga turut mengawal aksi masa warganya,namun pemilik dan karyawan sudah tidak berada di tempat,bisa terjadi bahwa aksi massa sudah terendus atau bocor sehingga tidak kedapatan berada di tempat.

Beruntung,di dalam aksi hanya menyegel toko tidak terjadi anarkis,karena Kepala Desa,mewanti- wanti warganya agar tidak terlalu emosi dan tetap menjaga wibawa pemerintahan dengan kondusifitas.
” Kita tetap lakukan penyegelan, dan menyerahkan kasusnya pada pihak pegal hukum ” pesannya pada warga yang berjibun di lokasi penyegelan.

Berita penyegelan toko yang diduga menjual obat – obat terlarang sudah menjadi konsumsi berita media di Kabupaten Brebes,baik cetak maupun Online,
sehingga turut mendorong pihak kepolisian segera mengusut kasus ini agar menjadi jelas dan terang.

Kebenaran mana, juga belum terungkap secara utuh karena terduga pelaku tidak berada di tempat.
” Kita serahkan pada kepolisian ( Polsek,red) yang sedang mendalaminya” pungkas Kades Desa.

Jurnalis
Mohammad Riyadi
Biro Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here