BERBAUR DENGAN NELAYAN,KAPOLSEK PUNYA CERITA.

0
3

MPIBrebes,14-9-2022.

Negara mawa cara negeri mawa ciri, ungkapan itu sudah melekat di telinga masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Arti harafiah dari dua kata tersebut yakni bahwa setiap tempat punya cara dan ciri sendiri dalam mengemas budaya dan kearifan di suatu komunitas atau desa.

Seperti,kali ini di wilayah pesisir Utara, bentuk ungkapan syukur pada yang memberi kehidupan mereka namakan sedekah laut sedang wilayah pendaratan sedekah bumi yang dalam ghirrohnya menampilkan bentuk rasa syukur,pesta laut sebagai rangkaian akhir prosesi,kali ini Desa Pangaradan Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes,hadir di tengah masyarakat nelayan, AKP.Widiarto,S.H Kapolsek Tanjung,telah merasa begitu lekat dan dekat meski belum lama berada di Tanjung.
” Ada kedekatan yang saya rasakan berada dengan masyarakat Kecamatan Tanjung khususnya warga Desa Pangaradan ” Ungkapya saat menghadiri pesta laut tersebut.

Lebih lanjut,beliau menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketentraman serta mendukung segala kegiatan positif.
” Di tahun politik saat ini,kita harus bersikap tenang dan bijak dalam menyikapi setiap permasalahan,jangan mudah terprovokasi yang berujung pada merugikan diri sendiri,mari kita tunjukan bersama bahwa Desa Pangaradan,
merupakan suatu desa yang terkenal guyub rukun antar sesama,yang di mudahkan segala urusan dan di tambah nikmat rizkinya ” Pinta dan pesannya yang di amini oleh para peserta dan pengunjung yang juga ada datang dari luar desa bahkan Cirebon.

Khaerudin,salah satu tokoh Desa Pangaradan yang di beri tugas kehormatan di acara tersebut sebagai Sekretaris panitia menuturkan bahwa Sedakah laut tahun ini,Selasa,14/9-22 sebelumnya telah di mulai tahapan spiritual yang tidak lain meminta pada Allah,agar semua di lancarkan dalam berusaha memenuhi hajat kehidupan.
” Larung sesaji,adalah proses terakhir dari cara ritual Sedekah Laut sekaligus mengajarkan pada anak- anak ( keturunan ) yang hidup dari usaha di laut,agar faham dan menyelami mencari penghidupan di laut” Urainya berfilsafat, usai melepas perahu- perahu peserta Sedekah laut mengantar sesaji yang di pimpin sesepuh kunci seserahan.
” Mewakili jajaran panitia,kami sampaikan terima kasih atas dukungan seluruh warga serta pihak forkompinca pada kegiatan kali ini ”
tambahnya.

Lain dari pada itu,Kepala Desa Pengarahan melalui,Nurokhim yang menjabat kasi pelayanan,hanya bisa mengapresiasi baik dengan terlaksananya acara ini lancar dan sukses.
” Kekompakan seluruh element masyarakat ini harus terus kita rawat,karena bukan sekedar pesta,namun ada nilai- nilai harmoni antar komunikasi masyarakat” tuturnya dengan tidak mengurangi rasa terima kasihnya pada masyarakat dan semua yang tergerak atas terlaksana perhelatan ini.
” Saya sering ikut kegiatan pesta laut ,karena ada saudara,padahal saya dari Ketanggungan ” ujar Rasja bersama keluarga yang turut memeriahkan gelar sedekah laut.
” Seneng,naik perahu bersama keluarga itung-itung piknik” selorohnya sembari membawa tas bekel makanan.

Budaya adalah sebuah kultur kearifan lokal, yang sesungguhnya merupakan komunikasi dalam masyarakat untuk menyatukan dari ke tercerai beraian,dan menjadi penguat —Guyub Rukun Tata Titi Tentrem Raharjo—

Jurnalis
Mohammad Riyadi
Biro Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here