...
Indonesia

Sebaran Suku Batak Di Sumatera Utara Hingga Provinsi Lain

Suku Batak Merupakan Suatu suku yang kaya akan tradisi di indonesia. Berikut Sebaran Suku Batak Di Sumatera Utara Hingga Provinsi Lain.

Orang Batak kebanyakan berada di Sumatra Utara, dan sebagai suku asli di provinsi tersebut. Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, jumlah penduduk Indonesia dari suku Batak sebanyak 8.446.969 jiwa, atau 3,58% dari seluruh penduduk Indonesia, dan berada di urutan ke tiga, setelah suku Jawa dan Sunda. Suku Batak mencakup semua subsuku, yakni Toba, Karo, Angkola, Mandailing, Simalungun, Pakpak dan Tapanuli. Sejarah orang batak disini.

Berikut Sebaran Suku Batak Di Sumatera Utara Hingga Provinsi Lain Indonesia

  • Sebaran Suku Batak Di Sumatera Utara – 5.785.716 – 68,49
  • Sebaran Suku Batak Di Riau – 691.339 – 8,19%
  • Sebaran Suku Batak Di Jawa Barat – 467.438 – 3,87%
  • Sebaran Suku Batak Di DKI Jakarta – 326.645 – 3,87%
  • Sebaran Suku Batak Di Sumatera Barat – 222.549 – 2,63%
  • Sebaran Suku Batak Di Kepulauan Riau – 208.678 – 2,47%
  • Sebaran Suku Batak Di Aceh – 147.295 – 1,74%
  • Sebaran Suku Batak Di Banten – 139.259 – 1,65%
  • Sebaran Suku Batak Di Jambi – 106.249 – 1,26%
  • Sebaran Suku Batak Di Jawa Timur – 56.339 – 0,67%
  • Sebaran Suku Batak Di Lampung – 52.331 – 0,62%
  • Sebaran Suku Batak Di Sumatera Selatan – 45.709 – 0,54%
  • Sebaran Suku Batak Di Kalimantan Timur – 37.145 – 0,44%
  • Sebaran Suku Batak Di Bengkulu – 32.972 – 0,39%
  • Sebaran Suku Batak Di Provinsi Lain – 127.265 – 1,51%

Total Suku Batak Di Indonesia Diperhitungkan Sekitar 8.446.969 juta jiwa Di Indonesia.

Agama Kepercayaan Suku Batak

Agama Kepercayaan Suku Batak

Sebelum suku Batak menganut agama Kristen dan Islam, mereka mempunyai sistem kepercayaan dan religi terhadap Mula Jadi Nabolon yang memiliki kekuasaan di atas langit dan pancaran kekuasaannya terwujud dalam Debata Natolu.

Menyangkut jiwa dan roh, suku Batak Toba mengenal tiga konsep, yaitu:

  • Tondi: adalah jiwa atau roh seseorang yang merupakan kekuatan, oleh karena itu tondi memberi nyawa kepada manusia. Tondi didapat sejak seseorang di dalam kandungan.Bila tondi meninggalkan badan seseorang, maka orang tersebut akan sakit atau meninggal, maka diadakan upacara mangalap (menjemput) tondi dari sombaon yang menawannya.
  • Sahala: adalah jiwa atau roh kekuatan yang dimiliki seseorang. Semua orang memiliki tondi, tetapi tidak semua orang memiliki sahala. Sahala sama dengan sumanta, tuah atau kesaktian yang dimiliki para raja atau hula-hula.
  • Begu: adalah tondi orang telah meninggal, yang tingkah lakunya sama dengan tingkah laku manusia, hanya muncul pada waktu malam.

Demikianlah religi dan kepercayaan suku Batak yang terdapat dalam pustaha. Walaupun sudah menganut agama Kristen dan berpendidikan tinggi, tetapi orang Batak belum mau meninggalkan religi dan kepercayaan yang sudah tertanam di dalam hati sanubari mereka.

Penyebaran agama

Penyebaran agama

Masuknya Islam

Dalam kunjungannya pada tahun 1292, Marco Polo melaporkan bahwa masyarakat Batak sebagai orang-orang “liar” dan tidak pernah terpengaruh oleh agama-agama dari luar. Meskipun Ibn Battuta, mengunjungi Sumatra Utara pada tahun 1345 dan mengislamkan Sultan Al-Malik Al-Dhahir, masyarakat Batak tidak pernah mengenal Islam sebelum disebarkan oleh pedagang Minangkabau. Bersamaan dengan usaha dagangnya, banyak pedagang Minangkabau yang melakukan kawin-mawin dengan perempuan Batak.

Hal ini secara perlahan telah meningkatakan pemeluk Islam di tengah-tengah masyarakat Batak. Pada masa Perang Paderi di awal abad ke-19, pasukan Minangkabau menyerang tanah Batak dan melakukan pengislaman besar-besaran atas masyarakat Mandailing dan Angkola. Kerajaan Aceh di utara, juga berperan dalam mengislamkan sebagian masyarakat Karo dan Pakpak. Sementara Simalungun banyak terkena pengaruh Islam dari masyarakat Melayu di pesisir Sumatra Timur

Misioris Kristen
Penyebaran agama

Pada tahun 1824, dua misionaris Baptist asal Inggris, Richard Burton dan Nathaniel Ward berjalan kaki dari Sibolga menuju pedalaman Batak. Setelah tiga hari berjalan, mereka sampai di dataran tinggi Silindung dan menetap selama dua minggu di pedalaman. Dari penjelajahan ini, mereka melakukan observasi dan pengamatan langsung atas kehidupan masyarakat Batak. Pada tahun 1834, kegiatan ini diikuti oleh Henry Lyman dan Samuel Munson dari Dewan Komisaris Amerika untuk Misi Luar Negeri.

Pada tahun 1850, Dewan Injil Belanda menugaskan Herman Neubronner van der Tuuk untuk menerbitkan buku tata bahasa dan kamus bahasa Batak – Belanda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan misi-misi kelompok Kristen Belanda dan Jerman berbicara dengan masyarakat Toba dan Simalungun yang menjadi sasaran pengkristenan mereka.

Misionaris pertama asal Jerman tiba di lembah sekitar Danau Toba pada tahun 1861, dan sebuah misi pengkristenan dijalankan pada tahun 1881 oleh Dr. Ludwig Ingwer Nommensen. Kitab Perjanjian Baru untuk pertama kalinya diterjemahkan ke bahasa Batak Toba oleh Nommensen pada tahun 1869 dan penerjemahan Kitab Perjanjian Lama diselesaikan oleh P. H. Johannsen pada tahun 1891. Teks terjemahan tersebut dicetak dalam huruf latin di Medan pada tahun 1893. Menurut H. O. Voorma, terjemahan ini tidak mudah dibaca, agak kaku, dan terdengar aneh dalam bahasa Batak.

Berikutnya, Misi Katolik di tanah Batak terhitung sejak Pastor Misionaris pertama yakni Pastor Sybrandus van Rossum, OFM. Cap., masuk ke jantung tanah Batak, yakni Balige tanggal 5 Desember 1934. Masyarakat Toba, Karo, Simalungun, Pakpak dan sebagian Angkola menyerap agama Kristen dengan cepat, dan pada awal abad ke-20 telah menjadikan Kristen sebagai identitas budaya.

Pada masa ini merupakan periode kebangkitan kolonialisme Hindia Belanda, dimana banyak orang Batak sudah tidak melakukan perlawanan lagi dengan pemerintahan kolonial. Perlawanan secara gerilya yang dilakukan oleh orang-orang Batak Toba berakhir pada tahun 1907, setelah pemimpin kharismatik mereka, Sisingamangaraja XII wafat.

 

Ingin Bermain Game Slot Online Terpercaya? Kunjungi Link Berikut :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Seraphinite AcceleratorOptimized by Seraphinite Accelerator
Turns on site high speed to be attractive for people and search engines.