Sejarah Dan Jenis Rumah Adat Batak

Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi yang menjadi cagar budaya Indonesia. Berikut sejarah dan jenis rumah adat batak di sumut.

Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi yang menjadi cagar budaya Indonesia. Berkat masyarakatnya yang masih melestarikan peninggalan warisan budaya, rumah adat batak Sumut ini kemudian  masih dapat kita jumpai hingga sekarang.

Rumah adat batak Sumatera Utara sendiri tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, melainkan terdiri dari berbagai jenis. Salah satu penyebab keberagaman rumah adat Sumatera Utara diantaranya keberagaman pada suku Batak yang ada di provinsi tersebut, mulai dari Suku Tapanuli atau Toba, Suku Karo, Suku Simalungun, Suku Mandailing, dan Suku Pakpak.

Berikut Ini Sejarah dan Jenis Rumah Adat Batak Di Sumatera Utara

  • Rumah Adat Batak – Karo

Rumah Adat Batak - Karo

Rumah adat istiadat Sumatera Utara yang paling terkenal di Indonesia diantaranya adalah rumah adat Karo. Rumah adat ini kerap menjadi tujuan wisata budaya yang populer di kalangan turis lokal maupun internasional.

Rumah adat Karo juga menjadi rumah adat Sumatera Utara yang terbesar dan tertinggi ukurannya. Tingginya mencapai 12 meter. Uniknya, meski menjadi rumah adat tertinggi dan terbesar di Sumut, namun rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku sama sekali.

Rumah adat ini juga terdiri dari  enam belas tiang yang bersandar pada batu-batu besar yang kemudian menyangga bangunan sehingga bangunannya kemudian menjadi lebih kokoh. Pada bagian atapnya terbuat dari ijuk hitam yang diikat pada area kerangka anyaman bambu.

Sementara lantainya sendiri terbuat dari kayu yang terjangkau dan disusun secara apik sehingga saling menempel satu sama lain. Rumah adat Karo juga memiliki nama lain yaitu rumah adat Siwaluh Jabu yang mengartikan bahwa rumah tersebut kemudian dihuni oleh delapan keluarga dengan berbagai peran berbeda dalam rumah tangga.

  • Rumah Adat Batak – Nias

Rumah Adat Batak - Nias

Rumah adat Nias sebagai warisan budaya indonesia rumah adat Sumatera Utara dengan tampilannya yang lebih mungil jika dibandingkan rumah adat Karo. Rumah adat Nias juga terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya Omo Sebua dan Omo Hada.

Rumah adat Omo Hada sebagai rumah adat Nias yang digunakan untuk masyarakat biasa Suku Nias. Sementara pada rumah adat Omo Sebua ditujukan bagi para petinggi hingga bangsawan. Menurut bentuknya, keduanya rumah ini tak jauh berbeda.

Meski dari segi ukuran jauh berbeda. Pada rumah adat Omo Sebua dengan tipe rumah panggung tinggi kolong panggungnya dapat mencapai 2-5 meter. Sementara pada rumah adat Omo Hada, kolong panggungnya hanya berukuran sekitar 1-2 meter saja.

Rumah adat Sumatera Utara ini terbuat dari kayu nibung yang digunakan sebagai atap dan penyangga dan dari rumbia untuk rumah adat Omo Hada, sementara pada rumah adat Omo Sebua menggunakan atap yang terbuat dari tanah liat sebagai material utamanya.

Satu lagi keunikan dari rumah adat Nias terletak pada pondasi yang kokoh dan membuatnya tahan terhadap gempa. Pasalnya pada pondasi kemudian diletakkan balok diagonal yang memberikan stabilitas dan fleksibilitas.

  • Rumah Adat Batak – Gondang

Rumah Adat Batak - Gondang

Selanjutnya yang termasuk dalam rumah adat batak adalah rumah adat Bagas Gondang yang seringkali disebut dengan sebutan rumah adat Mandailing karena berasal dari Suku Batak Mandailing.

Rumah adat ini pada mulanya merupakan tempat tinggal atau tempat beristirahat para raja, meski kini telah menjadi bagian dari warisan budaya dan dapat digunakan oleh masyarakat suku Mandailing sebagai tempat pertemuan dan musyawarah warga.

Rumah adat Sumatera Utara juga memiliki berbagai ciri seperti bentuk persegi panjang ke belakang dengan atap berbentuk segitiga gunting. Bagian atap ini kemudian dijuluki juga dengan bentuk tarup silengkung dolok atau bentuk atap pedati.

Bagian atapnya juga dibuat dari ilalang dan dedaunan kering. Kita dapat melihat pada bagian atap depan terdapat ornamen berwarna hitam, merah dan putih yang menjadi ciri khasnya. Sementara bahan bangunannya kemudian terbuat dari kayu-kayu besar dengan jumlah yang ganjil sebagai penyangga utamanya.

  • Rumah Adat Batak – Pak Pak

Rumah Adat Batak - Pak Pak

Salah satu momen penting adat batak Rumah adat Pakpak merupakan rumah dengan warna tampilan paling cerah di antara rumah adat lainnya di Sumatera utara karena penggunaan warna merah dan jingganya, kemudian mendominasi area atap dan dinding rumahnya.

Meski masih terdapat rumah adat Pakpak yang juga masih menggunakan warna coklat dan hitam pada area atapnya juga warna putih pada bagian dindingnya. Rumah adat Pakpak sendiri memiliki fungsi sebagai musyawarah dalam mencapai penyelesaian masalah di masyarakat.

Keunikan rumah adat pak-pak terletak pada bagian atapnya yang mirip seperti tanduk kerbau. Filosofi rumah adat pak-pak sendiri pada atap rumahnya yang melambangkan semangat kepahlawanan sehingga pemiliknya memiliki jiwa pahlawan yang kuat.

  • Rumah Adat Batak – Simalungun

Rumah Adat Batak - Simalungun

Saat melihat rumah adat Simalungun, yang terbayang adalah dari segi ukurannya besar sekali. Dibandingkan rumah adat Sumatera Utara lain, bentuk rumah adat simalungun memang lebih besar.

Ciri khas dari rumah adat ini ada pada bangunannya yang berbentuk limas dengan tipe rumah panggung. Bagian kolongnya dibuat setinggi dua meter dengan tujuan menghindari serangan babi hutan dan berbagai hewan liar lainnya.

Pada area kaki rumah adat Simalungun terdapat kayu-kayu penyangga yang diukir dan diberi banyak warna. Sementara pada bagian pintunya sengaja dibuat pendek, agar tamunya menghormati pemilik rumah karena akan membungkuk ketika masuk rumah. Rumah adat Simalungun awalnya dibangun oleh Raja Simalungun pada tahun 1939.

  • Rumah Adat Batak – Angola

Rumah Adat Batak - Angola

Rumah adat Sumatera Utara yang terakhir adalah rumah adat Angkola milik suku Batak Angkola. Bangunan Rumah adat angola dibuat dari papan kayu untuk lantai dan dinding, sementara pada area atapnya terdiri dari ijuk dan menggunakan tanah liat.

Banyak yang menyamakan rumah adat Sumatera Utara dengan rumah adat Bagas Godang, meski keduanya berbeda. Mulai dari bentuk, suku hingga pemilihan warna bangunan. Rumah adat Angola dengan bentuk kotak serta pada area atapnya dengan bentuk yang lebih besar, sementara itu area atap yang lebih kecil berbentuk tak kalah unik yaitu segitiga. Rumah adat Angkola juga didominasi dengan warna putih, coklat tua dan orange.

Leave a Comment